sit,

by nuzuli ziadatun ni'mah


Masih juga saya belum berkeinginan untuk menuliskan sesuatu yang berbobot di blog ini. Entah permasalahan sosial, akademis, politik, filosofis, atau apapun yang mampu membebani pikiran. Yah, hingga detik ini yang ingin saya lakukan hanya berbagi cerita.

Hari ini urusan yudisium di jurusan saya akhirnya selesai juga. Dan entah berapa kali dipikir, saya sungguh-sungguh akan lulus 2 bulan lagi.

Simpel sih, karena bagi saya dulu tugas akhir akan menjadi sesuatu yang mengubah saya ke arah yang lebih jelas. Saya bahkan menundanya selama 1 semester, sekedar untuk meyakinkan saya kalau saya mau ngapain buat tugas akhir. Well then, yang terjadi ternyata biasa saja. Dan fakta yang lebih mengganggu adalah ketidakmampuan saya untuk menentukan langkah selama 2 bulan ke depan.

Teman-teman sejurusan saya yang juga yudisium sekarang sudah menemukan arah mereka. Beberapa siap melanjutkan kuliah, selain itu menggeluti profesi sebagai arsitek junior. Dan saya?

Sekedar melepas kebingungan, jujur saja, hingga hari ini saya belum siap keluar dari sistem. Menjadi mahasiswa masih begitu menyenangkan untuk dijalani, tapi di samping itu saya mulai risih dengan beberapa hal. Mau nggak mau ketika lulus nanti saya harus langsung menentukan, sekolah atau bekerja?

Saya sering mengikuti pertanda yang ada, meski itu mungkin hanya semacam pelarian dari ketidakmampuan diri untuk menentukan. Apakah menjadi bahagia saja cukup? Atau butuh sesuatu di luar itu? Ataukah harus memiliki target tertentu untuk merasa puas?

mind has no rules, but life does..

Yang perlu dilakukan sebenarnya sederhana, choose wisely,, (but how?)