Keterasingan dan Semangat Kedaerahan

by nuzuli ziadatun ni'mah


Dalam hal daerah-kedaerahan, saya rasa semangat yang dimiliki warga Indonesia sangat lah tinggi.

Di hampir setiap interaksi dengan orang baru, selalu saja topik ‘asal muasal kedaerahan’ menjadi hal yang sangat penting. Sikap satu sama lain bisa sangat berbeda ketika yang tidak pernah saling tahu akhirnya menemukan fakta bahwa mereka memiliki darah keturunan yang sama dan atau berasal dari daerah yang sama. Terkadang bahkan mereka akhirnya merasa sesaudara.

Semangat kedaerahan ini sebenarnya terasa ironi untuk saya, karena yang terjadi di daerah terkadang sangat berkebalikan.

Entah sih, antara risih atau justru merasa beruntung, terkadang berasal dari daerah yang sama bisa menyelamatkan kita di situasi yang sulit.

Berapa kali saya tertolong hanya karena saya sama-sama berasal dari Bantul, atau sama-sama berasal dari Jogja, dan bahkan dalam lingkup yang lebih luas, yaitu sama-sama berasal dari Jawa. Terasa aneh terkadang, bahwa semangat kedaerahan bisa begitu mengakrabkan dan dapat begitu mengasingkan seseorang dalam level yang sama.

Tidak bisa tidak memang, menjadi orang yang bisa dipahami oleh orang lain (apalagi orang baru) adalah hal yang sangat menyenangkan karena dengannya kita merasa lebih diperhatikan (meski pada faktanya tidak sungguh-sungguh demikian). Dalam keterasingan (terutama untuk solo traveller), menemukan seseorang yang sama-sama mengetahui sesuatu yang akrab dengan kita menjadi semacam obat temporer agar kita masih merasa aman dengan lingkungan yang baru dan tidak kita kenal.

Bentuk ekstrimnya, misal kita bertemu dengan wajah asia di lingkungan yang kesemua orangnya blonde. Saya rasa dalam tahapan ini, tidak penting apakah keduanya saling berinteraksi atau tidak. Namun menemukan sesuatu yang kita kenal dalam keterasingan yang mengancam akan begitu menenangkan.

Saya terkadang menggunakan metode ‘kedaerahan’ ini untuk merasa aman dari penglihatan atas yang gaib. Sejujurnya saya pun merasa tidak siap untuk melihat makhluk-makhluk non duniawi begitu, dan dalam kesendirian dan kegelapan sering pula saya membayangkan banyak hal. Satu-satunya yang bisa menenangkan saya adalah keberadaan makhluk bernyawa lainnya di sekitar saya, bahkan jika itu hanyalah seekor katak, buat saya itu telah sangat cukup untuk membuat saya merasa aman. Setidaknya ada sesuatu yang sangat saya tahu pada kondisi yang mengkhawatirkan itu.

Menjadi sangat berbeda ketika kita berada di lingkungan yang sangat kita kenal namun terasing karena pemikiran.

Dalam banyak kasus, saya merasa bersyukur lebih diterima di lingkungan baru hanya karena kami sama-sama sedaerah. Ya, itu bagian dari semangat kedaerahan yang membuat saya selalu ingin bertemu orang baru di perjalanan. Tidak masalah kami orang yang tidak akan pernah bertemu lagi suatu ketika, atau ia orang yang tidak akan mengingat eksistensi saya di dunia ini, karena momen ketika mereka mendengarkan saya dengan baik itulah yang paling saya butuhkan. Ketika mereka mencoba begitu peduli dan meluangkan waktu hidupnya untuk menanyai saya tentang perjalanan, tujuan, dan atau pemikiran saya.

Terkadang dalam lingkungan yang kita kenal, tidak ada orang yang akan sepeduli itu dengan kita (atau saya). Atau pada kondisi umumnya, setiap hal baru selalu lebih menarik untuk dibahas, dan gampang juga ditelantarkan kemudian.

wordsflow