Sajak (xx): hapus

by nuzuli ziadatun ni'mah


Kau tahu, kenangmu ibarat spidol permanen di papan tulis baru

Aku tak suka melihatnya tak terhapus, namun untuk menghapusnya terlalu sayang karena telah kutulis begitu indah

Lantas, akan kuapakan?

Sungguhkah harus kubiarkan engkau, atau kubuang saja ke gudang?

Tapi,

Kupikir menghapusmu adalah ide yang lebih bagus

Bukankah tinggal kuikuti lagi jejak setiap hurufnya, lantas kau menghilang tiada bekas?

*

Seperti itu aku dalam hari dan senja yang menggigit memori

Seperti itu aku dalam jejak dan jalan yang mengoreskan kenang

Seperti itu aku dalam mengurai harap yang tak pantas, dan dendam yang salah tempat

Seperti itu aku,

Dalam menunggu waktu

wordsflow