Sajak (xxi): hapus (ii)

by nuzuli ziadatun ni'mah


Kutengok ke balik bahumu kini, siapa yang tersembunyi merabat pada punggungmu

Kudapati sewujud rupamu pada seorang bidadari

Ah, ternyata ia yang membuatmu begitu berbinar, kupikir aku salah ketika itu

Kusapa ia, begitu ingin aku mendengarnya berbicara

Kusapa kau, begitu inginnya aku melihatmu menyunggingkan seulas senyum yang telah lalu

Hey, jawab aku!

Lihatlah, bahkan tak sudi pula kau membalas tatapku

Oh bukan, ternyata kamu pun maya adanya

Hanya sesiapa yang kupikir dirimu, tapi itu hanya imajiku

Oh ternyata,

Semuanya tak ada sedari semula

wordsflow