Sajak (xxii): dua puluh dua

by nuzuli ziadatun ni'mah


Menjauh sejauh mencita-citakan senja ketika fajar tiba

Menghindar hujan namun menjemput badai

Atau memutar jalan tapi menuju jurang

Begitu ironi kau menjauhi yang datang mendekat

Kau tampar sekuatmu mampu

Kau lempar sejauh jarak yang kau ukurkan

Seperti itu saja kita menghindar yang tak mampu digenggam

Hingga sadar kemudian di kelokan mana kita dilupakan

wordsflow