disclaimer

by nuzuli ziadatun ni'mah


Jadi begini; saya sedang mengedit beberapa artikel untuk publikasi. Kebetulan saya juga menulis di sana, yang mana tulisan saya ini saya anggap sebagai tulisan yang nggak layak. Sekiranya saya sendiri sadar akan ketidaklayakan itu, tapi tetep lanjut aja dengan tingkat percaya diri yang tipis.

Saya kemudian jadi teringat dengan isi blog saya yang asli-random-banget ini. Saya bahkan tak pernah sungguh-sungguh konsisten blog ini mau saya isi tulisan macam apa. Bahkan usaha saya beberapa kali untuk membuat blog sampingan yang isinya sampah doang pun gagal, dan ujung-ujungnya saya kembali menulis di blog ini dengan gembira.

Yak, saya jelaskan sedikit jalan pikiran saya; saya ini random, nggak tentu arah, dan terkadang penuh gejolak. Saya katakan begitu karena terkadang dalam menulis sesuatu saya akan melompat-lompat ke topik yang lain, lalu balik lagi ke topik awal. Kadang-kadang bahkan jadi ngelantur. Kalau ibarat logika matematika, itu semacam Dedekind Cut, yaitu gap yang terjadi antara bilangan rasional dan irrasional, yang membentuk semacam garis putus-putus. Bisa dibilang begitu cara pikir saya, terutama ketika menulis suatu topik tertentu.

Kebiasaan saya yang ini sebenarnya tidak baik. Itu menunjukkan inkonsistensi saya dan kecenderungan saya untuk membahas sesuatu dengan tidak fokus. Mungkin hal itu diakibatkan pula karena seringan nyambi saat sedang menulis; mendengar lagu, ngajak ngobrol orang lain, nyanyi-nyanyi, dan beberapa hal lain. Hahaha, dan bahkan setelah saya sadar itu pun saya tak berusaha untuk mengubahnya. Ah bukan. Lebih karena belum ada tuntutan aja sih untuk menulis dengan benar. Hehe.

But then, ketika saya akhirnya dihadapkan pada tulisan orang lain yang tersusun lebih sistematis dan rapi, dengan informasi yang padat, kaya akan diksi, dan penyampaian yang menarik, saya pun terpaksa harus semakin sadar diri bahwa tulisan di blog bukan hanya konsumsi pribadi. Sayang sekali agaknya jika informasi yang ingin saya sampaikan akhirnya hanya berakhir menjadi kebingungan, atau beberapa yang saya maksud malah melenceng jauh. Belum lagi kalau saya salah tulis, bisa-bisa saya jadi bahan bullying masyarakat media sosial. Kan repot nantinya.

Tapi begitu saja malam ini. Saya harus mendedikasikan waktu saya sejenak untuk tulisan orang lain. Jadi, saya ucapkan selamat malam, semoga mimpi indah.

wordsflow