Sajak (entah): Kamu, sekali lagi

by nuzuli ziadatun ni'mah


Aku mencoba memahami dimana cinta bermula di buku cerita kita. Berulangkali kutelusuri jejak ceritanya, tapi tak kutemukan awal mula.

Tapi aku merasakannya, sejelas napas dan detak jantungku. Aku melihat pancar bola matamu yang menawan itu. Menjerat begitu dalam tanpa mampu dilawan.

Aku iri padamu, pahamilah itu. Begitu kuat kamu berjuang, begitu besar tekat kau pertahankan. Kau biarkan bahagia mengalir pada sesiapa yang kamu cinta, tak peduli luka yang kau terima.

Tapi kuatkah aku seperti itu?

Relakah aku begitu?

Tak ada jawab kecuali melangkahkan kaki pada yang berduri. Menapak dan merasai setiap tajam yang melukai. Merintih pada setiap tetes darah yang mencium tanah.

Sejelas malam ini. Bisikku pada malam yang larut tak pernah kutahu kemana ia membawa. Entah pada hampa, atau pada jiwa manusia sepertimu.

Aku tak tahu.

Aku hanya mencoba menjadi nyata.

wordsflow