Happy Birthday

by nuzuli ziadatun ni'mah


Ada sebuah dorongan kuat entah datang dari mana, untuk mulai menulis surat kembali ke beberapa orang di luar sana. Maka tanpa berpikir panjang saya menghubungi beberapa orang yang mungkin bahkan belum saya kenal sekedar untuk meminta alamat. Begitu bahagianya ketika akhirnya mereka merespon saya dan memberikan alamat mereka tanpa merasa ragu.

Ya, saya berulang tahun tempo hari. Tanggal 22 Maret 2016. Sebenarnya saya lebih suka merayakan ulang tahun di tanggal 17 Ramadhan, karena entahlah, tanggal itu menurut saya jauh lebih pasti. Hahahaha.

Ibu saya pernah mengatakan bahwa saya lahir di malam hari, sekitar jam 2 pagi. Mungkin itu tanggal 22 di pagi buta, tapi yang pasti tanggal itu puasa ke-17. Karena alasan itu kemudian ibu saya menamai saya Nuzuli (nuzul yang artinya turun).

Saya tak ingin menulis terlalu banyak hari ini. Entah mengapa saya mulai lelah terus menerus melihat ke dalam layar laptop. Agaknya ia menjadi abstrak semakin lama saya melihatnya. Jadi saya ber-chit-chat ria saja malam ini.

Well, buletin Lembah Code yang kedua sudah terbit. Nanti saya publikasikan di sini juga biar pada bisa donlot sendiri. Edisi yang pertama juga sekalian, tapi nanti saja. Hehehe. Di edisi ini entah mengapa saya seakan maruk dalam berkontribusi. Saya tanpa sengaja nyumbang tulisan, turut jadi asisten editor, ketiban tugas layouter, dan dengan berat hati menanggung tugas produksi. Serasa one man project begini dah. Kan saya malu karena nama saya ditulis tiga kali di dalam buletin. Narsis pun.

Belakangan saya juga kembali menseriusi usaha saya membuat buku. Saya menghubungi beberapa orang yang bisa saya titip-jual-kan. Lalu bahkan mencoba untuk mendaftar ke event bazaar, sekedar untuk mencari pengalaman.

Lalu rencana ke depan?

Entahlah. Saya tak cukup yakin untuk mengumbarnya di sini. Saya rasa bagian-bagian itu saya ceritakan nanti saja kalau perkaranya sudah semakin jelas, hehehe. Tapi yang pasti, saya merasa bahagia mengikuti arah angin yang begini sepoi-sepoi. Membuat saya tak harus berlari kesana kemari begitu cepatnya tanpa istirahat. Saya masih bisa bermain, melakukan hal-hal serius dan begitu banyak hal yang mungkin sebelumnya tidak pernah memotivasi saya.

Yah, terkadang hidup memilih dirinya sendiri untuk mengontrol subjeknya.

*

Pada ulang tahun saya kali ini, saya tiba-tiba terdorong begitu kuat untuk kembali mengingat begitu panjang jalan yang telah saya lalui. Tahun ini sebenarnya begitu berat untuk saya. Begitu banyak hal terjadi meski saya yakin semakin lama hidup memang akan semakin berat dengan sendirinya. Begitu banyak kegalauan, keresahan, sakit hati, bahagia, dan semua perasaan-perasaan yang bercampur aduk itu.

Sekali lagi saya tumbuh semakin tinggi dan kokoh dengan setiap hal yang menguatkannya.

Ada sebuah pertanyaan nangkring sembari saya merenungkan diri. Jika saya meninggal esok hari, adakah kalian akan merasa kehilangan?

Sebuah pertanyaan kurang ajar memang. Tapi semakin saya memikirkan itu semakin saya sedih, dan pada satu titik tanpa sadar saya menangis seorang diri. Ah, apalah arti seorang manusia di dunia dengan 7 milyar lebih manusia. Apalah arti nyawa setelah begitu banyaknya orang lahir-mati sepanjang peradaban manusia. Saya jelas bukan apa-apa.

Saya pikir tak ada bagian yang harusnya membuat saya sedih memikirkan itu. Toh jika mati pun yang bisa merasa sedih hanya mereka yang tertinggal, bukan yang meninggalkan, hehe. Kematian hanya istilah untuk mereka yang kehilangan, bukan?

*

Hem, saya semakin ngelantur karena hari semakin pagi. Saya pikir karena saya pun mulai mengantuk maka saya sudahi saja curhat saya hari ini. Selamat ulang tahun buat saya, Mona (18), dan Mbak Andin (23). Semoga tahun depan masih bisa merenungkan umur kembali.

Selamat malam.

wordsflow

 

Btw, ini saya kasih bonus foto saya yang cantik.

DSC09141