Life Serenade (x): ketika kamu sadar, pada akhirnya selalu ada tangan yang menyambutmu

by nuzuli ziadatun ni'mah


Menurut sebuah artikel yang saya baru-baru ini, ada 3 jenis tanda-tanda kamu sudah tidak cocok dengan pekerjaan yang kamu lakukan.

  1. Kamu melakukan hal sama seperti 2 tahun yang lalu ketika masuk kerja. Kamu merasa bosan melakukannya, seakan-akan waktu bekerja tak lagi menyenangkan dan kamu ingin waktu segera berlalu lalu pulang ke rumah. Setiap kali terbangun kamu akan mengeluh untuk berangkat kerja. Ada dua kemungkinan akan hal ini, yang pertama adalah kamu memang tidak mampu berkembang lagi, atau kamu semakin expert dalam bidang kerjamu.
  2. Kamu lebih bahagia ketika kamu memiliki kesempatan untuk tidak berangkat kerja. Atau kamu selalu mencari sela yang memungkinkan untuk menyelinap keluar dari pekerjaan.
  3. Kamu tidak lagi bertemu dengan manusia baru, atau memiliki obrolan yang lebih jauh dari seputar pekerjaanmu.

Hemm, tanpa bermaksud untuk membahas tentang isinya, secara garis besar, saya suka dengan artikel ini. Setidaknya saya bersepakat pada poin kedua. Ketika suatu ketika kamu semakin mencari-cari alasan untuk tidak masuk kerja atau mangkir dari kerjaan, itu adalah saat yang paling tepat untuk keluar sekalian.

Dan begitu juga hal itu saya terapkan dalam berorganisasi.

Ketika pada masanya, satu atau beberapa orang semakin mencari-cari alasan untuk tidak ingin ikut berkegiatan, atau apapun, itu artinya bahwa jiwanya tak lagi ada di sana. Maka kemudian semakin ia dipaksa masuk malah justru jalan masuknya makin terasa sempit. Ibarat memasukkan ujung benang ke jarum, kamu harus pelan dan ekstra teliti hingga akhirnya ia akan masuk dengan mulus dan baik.

Sedikit lompat, tapi saya pikir, kebosanan itu sesuatu yang pasti. Manusia tuh mampu merasakan sesuatu, dan saya pikir syarafnya pun jarang salah bereaksi terhadap sesuatu. Lalu kebosanan yang melanda akan diterjemahkan ke dalam banyak hal oleh pikiran. Mencari-cari mana yang paling baik dan yang paling sesuai dengan hati nurani. Bosan belum tentu berarti mundur dan menyerah kalah. Bosan belum tentu berhenti untuk mencintainya.

Pada akhirnya, suatu ketika kamu akan sadar bahwa usaha yang serius selalu disambut alam dengan cara yang menyenangkan. Mereka selalu menyimpan kejutan untuk ketika. Setiap waktu, di saat-saat yang bahkan tak pernah kamu duga akan datang padamu.

Ada manusia-manusia yang terkadang mengikutimu dengan jeli dari belakang, memastikan bahwa di jalanmu yang sendirian, kamu akan selalu berhasil meski kadang hambatannya begitu sulit. Atau ada manusia-manusia yang akan selalu datang menjenguk untuk memastikan ingatan mereka masih sama benar dan mereka masih saling mengikatkan diri meski tanpa bertemu.

Semarah-marahnya kamu pada manusia lain, atau seterkucilkannya kamu di antara manusia sekelilingmu, selalu mudah menemukan manusia lain. Manusia di dunia ini ada 7 milyar men, tenang saja.🙂

Singkat cerita, begini saja malam ini. Saya mau ngedit tulisan dulu ya. Sampai jumpa lagi nanti.

wordsflow