DNA Track

by nuzuli ziadatun ni'mah


Apa lagi yang bisa saya tulis di blog ini ya? Agaknya semua sudah banyak hal yang saya tuliskan. Dari yang ultra alay dan super personal sampai hal-hal yang sebenarnya terlalu berat untuk dipikirkan.

Jadi, mari menulis tanpa arah saja.

Sudah pernah saya sampaikan, bahwa saya berencana menulis tentang gestur dan personality. Tapi topik itu lebih membutuhkan olah otak dan waktu senggang yang lebih lama. Karenanya, saya bercurhat ria saja seperti malam sebelumnya.

Baru saja saya menonton sebuah video yang kebetulan dibagikan oleh seorang teman di laman facebook. Berikut si video itu jika ada yang turut ingin menonton.

Video itu menceritakan tentang DNA track dari sekumpulan orang. Sesuatu yang tidak pernah masuk ke dalam konsep perdamaian yang saya angankan. Saya pikir video ini sangat brilian, sungguh.

Saya tidak pernah belajar tentang teori evolusinya Om Darwin, dan hanya pernah mempelajari sedikit sekali dari beberapa artikel dan museum geologi di Bandung. Sejujurnya, saya lebih tertarik pada evolusi manusia dari manusia pra sejarah sih, jadi setelah wujud manusia itu ada. Di belakangnya saya tidak terlalu tertarik karena yaah, belum tertarik membahasnya, hanya tertarik mereka-reka semata.

Saya pikir, seru sekali membahas tentang asal usul manusia di dunia. Ketika hal-hal semacam perdamaian begitu sulit untuk dicapai antar manusia lintas negara dan lintas ras, seharusnya video semacam ini bisa memberikan pencerahan pada cara pandang manusia-manusia modern. Terlalu majemuk dunia ini, entah dari manusia atau pemikirannya dan setiap halnya bisa membawa ke konflik yang lebih besar daripada konflik antar individu.

Video ini membuat saya ingat tentang pentingnya sistem kekerabatan di masyarakat tradisional. Pun di masyarakat modern sistem kekerabatan juga masih menjadi hal yang penting, meskipun sistem yang ada sedikit berubah dari sistem kekerabatan di masyarakat tradisional.

Kenapa hal itu bisa terjadi?

Saya pikir, manusia memang dilahirkan untuk mampu memahami hal-hal yang menjadi bagian dari dirinya. Karenanya, setiap hal yang berkaitan dengannya, apalagi yang ada di dalam tubuhnya (DNA track) akan sangat menarik untuk manusia. Saya bahkan membayangkan jika itu diri saya yang menjadi objek penelitian, dan bagaimana saya akhirnya tahu dari mana saja leluhur saya berasal. Agak aneh sih mungkin, tapi siapa sih yang nggak tertarik mengetahui asal usul dirinya?

Meski sebenarnya topik ini sangat seru untuk dikembangkan lebih jauh, saya tidak sedang ingin menulis banyak. Rasa-rasanya masih lebih seru untuk dipikirkan saja sambil tiduran enak melayang-layang di kasur kosan yang empuk. Mungkin ada yang mau menuliskannya untuk saya? Nanti saya tinggal baca saja, hehe.

Jadi, mari berpindah mengerjakan buku dan review saja, biar hidup saya lebih tenang.

wordsflow