Biar

by nuzuli ziadatun ni'mah


Biarkan rindu menjadi rindu, tanpa perlu disampaikan,

Biarkan jarak menjadi jarak, tanpa perlu didekatkan,

Biarkan harap menjadi harap, tanpa perlu dipastikan.

Ketika kesemuanya berkelindan membentuk diri, menggelayut memori, kita semakin jauh menerbangkan cita dan hidup dalam ruang yang tak berkesudahan.

Kepastian kadang menghentikan, meski ingin, meski mendoakan.

Tapi ruang tidak pejal, akan ada masa untuk menetapkan sesiapa, atau sesuatu yang terus kau pertanyakan; tentang hati dan rasa, tentang logika dan akal, tentang budi dan nurani.

Tentang kita yang sekarang atau akan datang.

Lalu biar sekarang menjadi lalu, dan esok menjadi kini, kita pun tetap menanti.

wordsflow

Advertisements