‘in between’ momento

by nuzuli ziadatun ni'mah


It’s been a plenty of time not having fun with water and sweat. But the rain kept coming while I was busy with things around. Look like they know when was my time gone, or left on.

Tetiba kesadaran akan waktu menghampiriku siang ini. Benar, telah sungguh lama ada ‘kita’, mungkin sepanjang perjalanan waktuku mencari rindu. Dua? Empat? Lima tahun? Atau bahkan jauh lebih awal dari yang mampu kuduga tentang waktu. Nyatanya, dugaanku tentang rasa bertahan lebih lama dari yang kukira, sayang sekali aku pernah salah ketika bertutur padamu tentang perkara rasa.

Tapi aku ingin keluar dari mimpi; yang selalu saja bercerita tentang kamu, lalu kita, lalu masa yang entah kapan mewujudnya.

Oh hey, hari ini Hari Bumi!

Aku ingin membiarkan diriku berkelana tanpa tujuan. Sesekali aku ingin mencatatkan rindu yang kutahu selalu tentang kamu. Di lain waktu kukira berkesadaran akan kesendirian selalu memberi ruang yang cukup untuk bertanya dan menjawab sekedarnya. Rumit memang. Tak ada yang pernah bilang hidup cukup mudah untuk dijalani. Tapi toh kita tetap memilih untuk tetap menempuh hidup.

Kadang datang kesadaran lain untuk berhenti dan bergurau saja dengan hidup. Tak terbendung bantahan untuk mengalah, mempertahankan yang maya atau yang tampak mata. Kataku, biarkan saja. Semua toh jika tidak berhenti pada raga, akan berhenti pula pada perkara.

At the end, everything is about keeping a smile on my face on, yet not letting it dried out. Let’s celebrate!

wordsflow

Advertisements