*sedang berkeinginan menulis*

by nuzuli ziadatun ni'mah


Tapi saya tak punya sesuatu untuk dituliskan. Sepertinya hampir semua hal yang menganggu saya sudah saya tuliskan, sementara tentu saja, waktu tidak berhenti begitu saja karena saya tidak memiliki bahan untuk dituliskan.

Well then, mari mengubrek beberapa yang sepertinya cukup mengganggu pikiran.

Soal teman-teman.

Dulu saya kira menjadi sendirian itu hal yang sungguh paling pas untuk diri saya. Sampai akhirnya saya kembali terpuruk karena memikirkan hal-hal buruk mengenai diri sendiri; perasaan yang tak terjelasan, mood swing yang mengganggu banyak orang, masa depan yang selalu mengkhawatirkan, kegelisahan ditinggal teman-teman, atau ketidakmampuan diri menyelesaikan perasaan pada seseorang.

Tidak begitu sayangku, hidup sendirian bukanlah hal yang bisa dihadapi manusia, maka bertemanlah sebanyak mungkin yang kamu bisa.

*The Sea Is Calling is now playing*

Beberapa pertemanan terasa jauh lebih nyata dari yang pernah saya pikirkan. Bagaimanapun, saya semakin memahami bahwa saya lebih siap menerima pertemanan baru daripada bergelut dengan perasaan yang lebih dalam pada seseorang. Yang begitu, butuh lebih banyak waktu dari yang bisa saya bayangkan. Dan sungguh, sepertinya untuk mengulanginya sekali lagi tidaklah mudah. Maka teman-teman adalah hal paling luar biasa yang bisa saya syukuri di hari ini.

Ah, saya harus mengucapkan selamat kepada Deugalih atas album barunya, hehe. Senang sekali bisa punya teman-teman baru lewat teman-teman baru yang lain. Jaringan itu menarik, sungguh sangat menarik karena kita bisa hilang berkeliaran di dalamnya, lalu akhirnya menyadari dengan sendirinya bahwa kita manusia-manusia nomad yang sama-sama sedang mencari rumah.

Soal diri sendiri.

Soal ini tidak pernah berakhir untuk diperbincangkan dengan diri sendiri pula, hehe. Sulit sekali kadang memahami diri sendiri. Ketika pikiran berusaha untuk serasional mungkin memahami segala sesuatu, seringkali tak ada tatapan bersahabat tampak di mata, tak ada sapaan keluar dari mulut, tak ada apapun yang bisa mengimbangi rasionalitas itu. Tak paham betul dengan semua itu, hingga sadar-sadar waktu telah berlalu.

Saya sedang merencanakan sebuah pelarian, entah bagaimana teknisnya nanti. Hanya mungkin, dalam beberapa bulan ke depan semuanya masih sebatas rencana pelarian. Menyebalkan sekali menyadari ada perkara yang tidak bisa saya bereskan, dan tak mampu mengakui bahwa saya merasa lebih baik melarikan diri daripada menyelesaikannya hingga tuntas. Apa lagi yang kau cari? Sering kali saya ingin berbalik dan menantang kepahitan diri, tapi toh tak pernah berani bertaruh dengan diri sendiri. Dan benar, melarikan diri selalu lebih mudah. Tapi tak menyelesaikan apapun.

It takes time, but there will be a day when I could encourage myself to tell you the whole story, to ask you the things that I wanted to.

And all words in this page is about dreaming of you! Damn.

Ah, tak ada yang salah dengan struggle, kita semua begitu. Saya suka melihat wajah-wajah manusia, sembari menduga ada berapa masalah yang mereka punya? Ada berapa perkara yang menganggu mereka? Sambil memastikan, apa yang penting dan tidak penting di hari ini?

Saya ingat, saya sangat suka berjalan di temaram lampu jalan teknik di malam hari. Selepas tutup gerbang, tidak ada lagi lalu lalang manusia. Cahaya lampu kekuningan sepanjang jalan menuju tugu teknik adalah penggal jalan yang teduh, seolah selalu berkata ‘semua akan baik-baik saja’. Lalu cahaya lampu berubah temaram, sepi, dan bentukan jalan membuat angin selalu berhembus perlahan dari belakang. Sepi yang aneh, yang nyata tapi tiada. Sepi yang sementara namun selamanya pula. Aneh sekali karena yang mati yang lebih bisa mencipta rasa, sedang yang hidup lebih suka menampiknya.

Lalu tulisan ini telah 548 kata saja, dan saya teringat berbagai kabar pernikahan teman-teman saya. Selalu begitu, berteman, bermain, lalu berganti. Siklus hidup kita bertautan dengan yang lainnya, tapi mungkin terpisah karena kepadatannya yang berubah.

Ah manusia, banyak sekali keinginannya.

*dan playlist saya berganti ke soundtracknya 5 Centimeters per Second*

Dan langit memerah perlahan, menaikkan suhu udara sekitar. Mungkin langit akan hujan, mungkin pula hanya bergurau saja. Seperti kita yang sering kali berusaha sungguh, namun sebetulnya tak begitu.

Lagi-lagi soal kamu, yang merisaukanku.

wordsflow

Advertisements