nothing again

by nuzuli ziadatun ni'mah


Well, saya sedang bimbang. Mari saya ceritakan alasannya.

Suatu hari, ada seseorang yang bertanya kepada saya, “mendingan ditinggal atau meninggalkan?”. Pertanyaan itu tidak jauh berbeda dengan pertanyaan mengenai mencintai atau dicintai. Sekian lama saya memperdebatkan dua hal itu, saya toh memilih untuk menjadi subjek, lebih memilih untuk bertindak dibandingkan menyerahkan diri menjadi objek sehingga terus bertanya-tanya tanpa mampu melogika dan memperhitungkan.

Meninggalkan tentu saja. Dan itu saya upayakan untuk akhirnya mampu saya praktikkan. Sayang sekali, rencana itu dua kali gagal saya penuhi. Saya tidak sedih, sungguh. Saya hanya bingung ketika kembali memperdebatkan dengan diri sendiri perihal hal yang sungguh saya inginkan dan apa yang selama ini saya akui. Mungkin dua hal itu tampak sederhana, tapi pada praktiknya keduanya berada pada sisi yang cenderung berseberangan.

Ketika rencana melarikan diri itu gagal misalnya, saya pikir saya akan sedih luar biasa, atau setidaknya menyalahkan diri sendiri karena gagal. Toh pada praktiknya hal itu tidak saya rasakan. Mungkin saya mencoba mengerti dengan mengatakan ke diri sendiri bahwa bisa jadi saya sudah tidak seemosional dulu dengan bermuram durja ketika ada hal yang tidak dapat saya capai dalam hidup saya. Tapi tidak, dalam beberapa hal, saya masih bisa terus membawa kesedihan saya sepanjang hari hanya karena percakapan yang hanya berlangsung 15 menit.

Hehehe, kadang saya harus juga menertawakan kebingungan ini, dan terus saja mengaduk-aduk ingatan untuk akhirnya bisa mengatakan dengan bangga bahwa ‘it’s how this life is working’.

Ada hal yang sungguh berubah dari saya, meski saya kira pernyataan ini hanya bisa dikonfirmasikan lewat orang-orang yang berhubungan dengan saya. Tapi saya kira yang saya rasakan tidaklah salah mengenai perubahan itu. Yang saya penasaran justru bagaimana orang-orang lain memandang perubahan itu, hehe.

Yasudahlah. Sekian saja.

Saya sedang sibuk menghitung mundur kapan kiranya hal-hal mengejutkan terjadi dalam hidup. Tapi sekarang, mari merencanakan.

wordsflow

Advertisements