This gonna be tough

by nuzuli ziadatun ni'mah


Tidak ada gairah. Tidak ada gemuruh. Tidak ada gejolak. Tidak ada apapun tiba-tiba.

Meski tawa masih di sana, tangan masih terus bekerja, kaki masih terus melangkah, mata masih menyapukan pandangannya, dan masih pula ada kupu-kupu yang menggelitik di dalam perutku. Apa lagi tapi?

Menangis dan membenci, dua hal yang jauh lebih dalam dari tertawa dan mencintai. Kupikir. Pada mula-mula.

Tapi tawa dan mencinta membunuh keduanya. Kejam, meski tanpa darah dan jasad. Bahkan waktu bekerja sama untuk menciptakan suasana yang tepat agar pembunuhan itu terjadi tanpa jejak, tanpa cacat.

Di mana rasa bersemayam kala itu?

Dia tergolek pasrah, mengizinkah diri mengatur segala hal yang dia pikir ia pahami.

Ada rasa tercekat di pangkal suaraku, mendesakkan berbagai hal untuk keluar menemukan udara bebasnya.

Tapi tak ada apapun di sana.

Hanya mata yang terus menatap, kaki yang terus melangkah, dan tangan yang terus bekerja.

wordsflow

Advertisements