Jauh.

by nuzuli ziadatun ni'mah


Jika kamu sudah akrab dengan jarak, kadang dekat itu menjadi sesuatu yang asing dan tidak akrab.

Hari ini, WordPress baru saja ngasih saya ucapan selamat karena kami sudah jadian 8 tahun lamanya. Dengan postingan yang akhirnya mencapai 504 di hari ini. Jika dibagi delapan, maka saya menulis rata-rata 63 postingan dalam setahun, dan itu berarti sekitar 1-2 postingan setiap minggunya. Luar biasa produktif sekali. Meski begitu, saya kesulitan untuk mengakses tulisan lama saya karena jauh dan harus pencet tombol ‘next’ berkali-kali.

Jadi, ada apa dengan ‘jauh’?

Tidak ada apa-apa. Saya hanya suka menulisnya dengan cara demikian, dengan sebuah titik di belakang.

Saya sering jatuh dalam kebingungan yang tidak mampu saya identifikasi sendiri. Saya kehilangan pegangan antara yang nyata dan tidak nyata. Saya kehilangan pandangan mengenai apa itu kenyataan dan mana yang sebetulnya penting untuk dipikirkan. Mungkin itu efek karena saya tidak dapat melihat dengan jelas sekarang akibat kemampuan mata yang menurun. Tapi sungguhkah ada pengaruhnya? Barangkali iya. Atau barangkali saya hanya mencari penjelasan yang paling mudah saya terima.

Seusai membaca To Kill A Mockingbird, saya tidak mampu menahan tangis. Entah mengapa saya merasakan berbagai perasaan seusai membacanya. Mungkin saya terpesona dengan gaya bercerita Harper Lee. Atau saya mengagumi perjalanan saya sendiri ketika seumuran Scout dan Jem. Atau saya justru membayangkan ayah saya yang dalam beberapa hal mirip Atticus. Atau saya merasa marah atas kemanusiaan yang sudah begitu jauh dari kemurnian pandangan kanak-kanak. Atau saya prihatin dengan beban orang tua agar mampu sungguh bercermin di depan anaknya. Atau entah yang mana lagi yang membuat saya menangis.

Jauh sekali kedamaian di dunia ini. Jauh sekali harapan-harapan kita dari kenyataan. Jauh sekali idealisme dari realitas. Jauh sekali. Jauuuuuuh sekali.

Jarak itu menakutkan. Ada pertimbangan antara ketakutan dan keamanan karena jarak. Ada ketidakterjangkauan yang memungkinkan dua hal itu. Antara ketakutan akan kehilangan atau perasaan aman. Dan keduanya karena jarak.

Ah, tapi barangkali saya sudahi dulu tulisan ini. Ada yang tiba-tiba terlampau melankolis malam ini.

wordsflow

 

Advertisements