WORDS FLOW

setiap pengalaman pantas untuk diingat

Category: on Arts

Yang ada namun terlupa; Bahasa


Seperti yang sudah-sudah, selalu ada hal yang membuat seseorang mulai menulis.

Sore ini kami sedikit membicarakan tentang humanity, humanisme, dan beberapa hal yang lainnya. Saya terus jadi ingat tentang bacaan saya beberapa waktu yang lalu. Tapi saya lupa bacanya dimana.

Begini,

Di dalam artikel itu disebutkan bahwa pada awalnya, universitas di Eropa mengajarkan tentang berkirim surat, menulis surat, berbicara (berdiplomasi), dan hal-hal yang bersifat administratif semacam itu. Kalau dilogika cukup masuk akal juga sih, bahwa perkembangan selanjutnya adalah hukum dan filsafat. Lebih karena budaya berdialog dan berdiplomasi adalah hal mendasar yang mulai diajarkan kepada orang-orang itu. (Kan, tulisan saya nggak pernah tampak bisa dipercaya).

Singkatnya sih begitu, maaf kalau saya tidak menyertakan sumber-sumbernya ya.

Saya kemudian kepikiran karena menurut saya itu sangat penting. Bayangkan saja, mau tidak mau kita harus mengakui bahwa bahasa adalah senjata yang sangat bisa mengalahkan banyak hal. Berapa banyak hal di dunia ini yang dihasilkan oleh kemampuan manusia berkata-kata dan berdialog. Berapa banyak orang yang terpengaruh hanya karena tulisan di artikel, buku, koran, dan semua media yang ada di dunia ini sekarang.

Pun setelah hal itu terjadi, tidak banyak orang yang berusaha untuk memperkaya diri dengan bahasa ibu-nya. Sayang sekali, bahwa hal itu tidak menjadi bahan ajar wajib selama kita mengenyam pendidikan sejak sekolah dasar hingga kuliah. Yang saya lihat di sekitar saya pun demikian. Banyak orang yang memiliki pengetahuan yang cukup dan olah pikir yang mendalam tentang banyak hal, namun kemampuan diplomasi mereka yang kurang baik, serta kesulitan berkata-kata akhirnya mengaburkan gagasan cerdas mereka.

Lantas, mengapa kita tidak pernah disadarkan akal hal ini?

Di era yang serba digital dan tekstual seperti sekarang ini, kemampuan untuk berkata-kata dengan cara cerdas jelas sangat penting. Politik berhasil dengan itu, hukum ditulis dengan bahasa dan bukannya simbol, semua ilmu pengetahuan, sastra, dan semua hal lain, apa sih yang nggak ditulis dengan bahasa?

Pernah juga saya baca sekilas tentang artikel (yang sebenarnya nggak seberapa penting) kritik dosen kepada mahasiswa. Beliau bilang bahwa mahasiswa sekarang tidak tahu cara menulis email, tidak tahu cara berkompromi dengan lawan bicaranya, tidak tahu bagaimana adab terhadap orang yang lebih tua. Ya, kemampuan berdiplomasi dan administrasi mahasiswa di jaman ini bisa dibilang buruk. Susah antri, susah mengikuti alur birokrasi yang ada (dan saya pun tidak terkecuali).

Anggap saja saya berpendapat bahwa orang yang bisa mengalahkan semua sistem super ribet itu, ‘memanipulasi’ keadaaan dengan kemampuan linguistik yang baik, serta kemampuan administrasi yang cukup, akan mampu melewati semua keadaan yang ada saat ini.

Bukan berarti pengetahuan umum tidak penting, jelas itu juga sama pentingnya. Tapi maksud saya adalah, kenapa orang jarang sekali peduli pada kemampuan tata bahasa mereka sendiri. Kemampuan menuliskan gagasan, kemampuan untuk menuntun orang pada opini, dan kemampuan untuk mendominasi forum. Toh pada faktanya banyak orang yang terkelabui hanya karena masalah kata-kata (lihat berapa banyak orang dipenjara dan bebas hanya karena pinter ngomong).

Ya begitu sih mungkin sedikit gambarannya. Bukan masalah seberapa puitis tulisan kita atau cara bicara kita. Tapi lebih ke kemampuan kita untuk menggiring opini publik agar sesuara dengan opini kita. Agar kita bukan hanya menjadi orang yang bisa mengutip kalimat ini dan itu, tapi agar kita mampu mensintesis masalah yang ada di sekitar kita.

Selamat malam,

wordsflow

A Creative Project


Saya menamainya “Sketch and Papers”, semacam projek kreatif handmade-notebook.

Berawal dari kesulitan saya menemukan notebook kecil yang menurut saya menarik dan harganya cukup terjangkau, akhirnya saya mulai untuk berkarya membuat notebook sendiri untuk kebutuhan saya dan untuk kado teman-teman di sekitar saya. Dari sana pula banyak yang akhirnya meminta saya untuk membuat usaha, itu jauh sebelum akhirnya saya memutuskan untuk merealisasikannya.

Tapi percaya atau tidak, justru ketika saya sedang tidak sungguh-sungguh untuk merealisasikannya, datang lah kesempatan yang membuat saya tergugah untuk menjadikannya bisnis kreatif.

Dan bagitulah “Sketch and Papers” tercipta.

Seri handmade-notebook yang saya buat merupakan jenis notebook polos yang membebaskan pemiliknya untuk berkreasi baik pada cover maupun pada isinya. Ini merupakan sebuah realisasi dari keinginan saya untuk memiliki notebook serupa yang tidak pernah saya temukan di toko buku, atau kalaupun saya menemukannya ia menjadi terlalu mahal atau terlalu tebal. Maka saya mengekspresikan keinginan saya pada buku ini. Terlebih lagi karena saya juga termasuk orang yang suka menggambar, jadi begitu lah selera notebook saya.

Kamu juga bisa request khusus untuk edisi birthday gift, sesuai dengan jenis dan bentuk buku yang kamu inginkan.

Dan begitulah, cek webnya di bawah ini ya… Selamat melihat-lihat… 🙂

http://sketchandpaper.wordpress.com/

http://sketchandpaper.wordpress.com/

wordsflow