A Little Thing

yeah, take it please

i like to see you

i like to hear your guitar playing

i like to talk to you

yes, i like you….

don't you think so?

and i love autumn with you in it

Planted Hope

Saya ingin sedikit bercerita. Hanya sedikit tentang dunia saya yang sedang begitu menyenangkannya untuk dijalani, MAPALA.

Banyak orang yang mengatakan menjadi MAPALA itu bukan sesuatu yang baik, lama lulusnya, dan sebagainya. Padahal, tidak sedikit yang mengatakan itu bahkan tidak tahu apa yang sedang kami lakukan.

Mungkin terkadang terlihat sia-sia, mendaki gunung yang akan dituruni lagi, menuruni goa yang akan dinaiki lagi, memanjat tebing yang tidak mudah, mengarungi jeram yang berbahaya, dan hal-hal semacam itu. Namun justru dari sana lah pelajaran hidup itu saya dapatkan. Saya jadi tahu siapa saya, seberapa manusiawi kah saya.

Memanusiakan manusia.

Ya, itu sesuatu yang amat sangat tidak mudah untuk dimengerti. Dan jujur saja, ketika saya belum tahu bagaimana dunia MAPALA, saya hanya merasa mereka keren, tanpa tahu apa yang sedang mereka lakukan dan mereka kejar. Tapi kini, ketika dunia itu sudah bisa saya sentuh, saya mulai memahami apa dan siapakah kami. Apa yang kami cari dan mengapa.

perjalanan Argopuro

Itu foto saya dan tim saya saat dikjut ke Argopuro. Bukan sebuah perjalanan yang singkat, karena butuh 5 hari penuh di dalam lebatnya hutan. Namun dari itu saya mendapat banyak hal yang mungkin tidak akan saya pikirkan jika tidak mendaki gunung.

Saya rindu naik gunung.

Dan saya sudah menanam harapan-harapan saya di sepanjang perjalanan saya mencaritahu siapa diri saya. Saya suka bepergian. Saya menyukai setiap perjalanan. Saya suka bercerita. Dan saya suka menuliskannya untukmu.

Dan saya hanya tinggal menunggu harapan itu tumbuh subur dan berbuah, jadi bisa berguna untuk orang lain.

.: dan untukmu juga :) 

Manusia

Saya selalu berpikir tentang banyak hal di sekitar saya…

Bukan sesuatu yang luar biasa memang, jika kita memikirkan manusia lain di sekitar kita. Namun terkadang bahkan hanya untuk sekedar menyadari keberadaan orang lain itu seorang manusia akan dengan tidak mudah menerimanya.

Banyak hal berbeda dari satu individu dengan individu lainnya, makanya manusia membutuhkan manusia lain untuk hidup.

Pun manusia juga akan dengan mudah saling mendebat karena adanya manusia lain di sampingnya. Itu akan selalu menjadi sesuatu yang wajar.

Jika dan hanya jika ada orang lain di sekitar kita.

Kita butuh manusia lain untuk saling mendukung, menyemangati, bahkan untuk saling mendebatkan sebuah pendapat. Terkadang terpikir olehku bagaimana ketika kita hidup sendiri?

Kita tidak bisa bertanya, tidak bisa mendebat, tidak pula ada yang bisa mendukung ataupun didukung.

Kita jelas butuh orang lain di samping kita.

Namun manusia lebih sering serakah. Selalu mau memilih manusia lain yang hanya bisa mendukung, bukan membantah. Padahal, kita hanya manusia lho. Yang harusnya hanya bisa menerima pemberian Tuhan.

Ketika suatu saat ada ketidakcocokan, di sana lah kemanusiaan itu harusnya ada. Idealnya. Ya, idealnya demikian.

Nilai-nilai kemanusiaan yang dapat memanusiakan sesama manusia itu kini mulai ditinggalkan. Padahal pada hakekatnya semua manusia itu punya. Namun mengapa dilupakan? Apa yang salah di sini?

Mungkin untuk sekarang itu masih akan menjadi pertanyaan besar untuk saya. Semoga kita menjadi manusia yang dapat memanusiakan manusia lain.