Februari dan Saya

Rasanya aneh lho ternyata, jika memikirkan ‘apa sih esensi valentine?’.

Semacam waste gitu lah kelihatannya. Yah, saya bukannya mau menjelekkan atau apa, tapi sejujurnya itu memang tidak relevan. Sama seperti yang ditulis kakak angkatan saya di blognya: Coklat dan Aurat.

Aneh ya, ternyata manusia mudah menerima dan meniru hal-hal semacam itu.

Nah oke, ayuk kita kembali ke tema tulisan ini, Februari dan Saya. Dan saya akan bercerita tentang apa yang saya lakukan.

Yup, akhirnya I go online shop!!! That was great!! Saya bermaksud buat online shop mulai saat ini. Dan spesialis Traveler’s Note and Diary.

Why??

Jadi bulan ini saya mulai berpikir, “saya harus mulai sesuatu”. Meskipun saya sudah mulai dari sketch tapi sepertinya saya butuh yang lainnya. Dan akhirnya saya sampai pada Februari, yang artinya liburan bagi saya!

I do love travelling

I do love to write it

I do love sharing

Nah, karena saya berpikir tentang 3 hal itu, makanya saya melirik handmade book business. Dan pada hari yang sama saya langsung membuat samplenya.

Ini dia contohnya….

detail jahitan

Itu bukan produk yang sebenarnya, saya masih belum sempat memotret soalnya. Tapi itu detail jahitan per 18 halaman.

Ada spesifikasi per produknya nantinya, untuk sementara saya baru membuat 3 jenis buku.

another style, bahan sampulnya jeans

tampak jahitannya

And so, because i haven’t had time yet, later i’ll bring you on page for pre ordering.

Hope you like it!!

Wedding Dress

Ini tentang sebuah film Korea berjudul Wedding Dress.

Saya kira pada awalnya ini tentang cerita seorang desainer yang lagi seru-serunya berkarir di dunia desain. Tapi ternyata apa yang saya tonton jauh dari apa yang saya bayangkan.

Mungkin ada di antara kalian yang sudah tahu tentang film ini, karena jelas, film ini keluaran 2 tahun yang lalu, 2010. Dan saya secara tidak sengaja menemukannya di laptop adek saya. Jadilah saya menonton ini sesorean saat saya akhirnya dapat kesempatan pulang.

Tebak, ketika saya menonton bagian prolognya, yang saya pikirkan,

“ah lucu… pasti ntar seru bagian ngedesainnya”

Tapi ternyata bagian desain mendesain yang saya nantikan itu tidak pernah muncul. Yang ada adalah cerita tentang seorang anak kecil bernama Jang So Ra dan ibunya Go Eun. Mereka hanya hidup berdua setelah ditinggal pergi oleh sang kepala rumah tangga.

Dari film sederhana ini, saya belajar banyak hal. Bahwa ternyata anak kecil pun sebenarnya punya pemikiran sendiri tentang apa yang selalu terjadi di sekitarnya. Mereka punya solusi tentang permasalahan mereka. Mereka juga bisa berpikir lebih dari apa yang kita duga tentang orang tua mereka.

Dari film ini saya juga berlajar tentang keluarga. Kepolosan anak kecil sebenarnya adalah jawaban segala permasalahan keluarga. Ketika kita kecil dan mulai paham tentang banyak hal, segalanya dimulai dari sana. Awal kita berpikir, bertanya, dan kemudian menemukan jawaban. Itulah yang kita lakukan sejak kita bisa melihat, berbicara, dan mendengar sekitar kita.

so ra dan ibunya saat berlibur di pantai

Bahkan di bagian menyenangkan dari film ini pun sebenarnya sedih…. Saya bahkan mungkin telah mengeluarkan sebotol kecil air mata hanya untuk menonton film ini. Ahahaha….

Dan walaupun demikian sedihnya, film ini worth banget buat ditonton lho. Secara kualitas filmnya. Cara menceritakan bagian-bagian kecil dari film ini. Cara berekspresi masing-masing tokohnya. Cara menanggapi masalah-masalah di dalam film itu. Menarik sekali….

ulang tahun so ra, dirayakan hanya berdua

Mungkin, jika saya mengartikan pesan-pesan di dalam drama ini, seakan mereka ingin mengatakan

jangan sampai kita terlalu sibuk dengan diri kita hingga lupa dengan apa yang seharusnya kita cintai

jangan sampai kita lupa jika suatu ketika akan ada takdir yang menyimpang

jangan sampai kita lupa, jika kita ada di suatu keluarga

Yah, saya begitu mencintai keluarga saya meskipun saya jarang bisa kembali ke rumah. Saya begitu merindukan mereka saat saya jauh. Saya bahkan begitu takut meski hanya sekedar membayangkan jika saya harus kehilangan, dan semoga itu tidak terjadi.

Dan maka, cintailah keluarga kita, sebagai bagian dari hidup kita….

p.s) maaf nggak ngasih link download film… saya juga nggak tau soalnya…  :)

 

Mendaki Bumi

… saya menyukai sebuah perjalanan …

… saya menyukai harapan-harapan …

… saya suka tidur beralaskan malam …

… saya suka saat kamu menyusup di mimpi malam …

Setiap manusia memiliki kisah cinta. Seperti kata Windy dalam bukunya Life Traveller.

Jika semua manusia memiliki cerita cinta di dunia ini, maka dalam sehari akan ada 7 miliar cerita cinta yang berbeda pada satu masa.

Dan kita tinggal memilih cerita mana yang akan kita ungkapkan ke dunia.

Dan ya, kisah cinta itu selalu dimulai dengan sesuatu yang biasa. Pertemuan. Ketidaksengajaan. Kerinduan. Hal-hal biasa seperti itu. Pertemuan sepertinya menjadi awal yang sering terjadi. Walaupun saya tidak pernah menyukai orang yang tidak saya kenal sebelumnya.

Mendaki Bumi. Dua buah kata yang sesuai untuk menggambarkan kami. Walau mungkin cerita itu tidak selalu berada di ketinggian itu.

Saya hanya akan menuliskan teaser tentang novel yang sedang saya buat ini. :)

Pertemuan. Begitulah cinta bermula…

Saya tidak tahu, kapan tepatnya kamu menarik buat saya. Saya pun tidak tahu kapan kamu benar-benar membuat saya ingin selalu melihatmu. Yang kuingat satu, saya tidak tertarik padamu saat awal kita bertemu.

Katanya, kita tidak bertemu di antara rimbun hutan. Kita bukan berjumpa di antara hiruk pikuk orang. Namun yang selalu saya ingat, di antara orang-orang yang berdiri angkuh di depan kami, kamu orang yang terlihat diam. Kamu berbeda di antara mereka. Dan saat itulah, saya berharap dapat berbincang denganmu.

Hari-hari yang bagaikan mimpi itu terasa sungguh datar. Hingga akhirnya saya berjalan denganmu. Saya bercerita padamu. Dan kamu pun memanggil nama saya.

Jujur saja, pertemuan dan perjalanan itu mungkin tidak menyenangkan. Saya bahkan berharap itu tidak pernah terjadi pada saya. Rasa kesal itu, rasa lelah itu, kedinginan itu. Saya tak pernah benar-benar bisa mengatakan itu menyenangkan.

Tapi karena kamu, itu menjadi sebuah pengalaman. Saya menyukai caramu menemukan jalan pulang. Saya menyukai caramu berusaha. Saya menyukai caramu melindungi.

Dan di sanalah harapan itu bermula…

Saya bahkan belum memulai cerita yang sesungguhnya. Saya ragu, mungkinkah akhirnya akan saya ketahui? Mungkinkah ini cukup berharga untuk saya ceritakan pada dunia?

Ya, saya hanya belum benar-benar yakin. Tapi hati saya meminta saya untuk mulai menulis. Apapun yang terjadi di akhirnya nanti, saya tetap menyukai cerita ini… :)

di sepanjang jalan itu aku melihat sosokmu…